Selasa, 19 Maret 2013

Jurnal Audit



Lamanya perikatan audit yang dilaksanakan antara auditor dan klien akan mempengaruhi Independensi auditor tesebut, oleh karena itu untuk menangani masalah tersebut dianjurkan untuk melaksanakan rotasi wajib auditor agar tetap Independen. Berdasakan Keputusan Menteri Keuangan No. 17/PMK.01/2008, di mana pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari suatu entitas dilakukan oleh KAP paling lama untuk 6 (enam) tahun buku berturut-turut dan oleh seorang Akuntan Publik paling lama untuk 3 (tiga) tahun buku berturutturut, sehingga perusahaan memiliki beberapa alasan dan pertimbangan sehingga melakukan pergantian auditor tersebut

Ringkasan cerita diatas merupakan sedikit ulasan mengenai tugas rangkuman Jurnal Audit yang kelompok kami ambil.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat Disini

Standar Audit

Pada kesemapatan kali ini saya akan mempostingkan tentang 10 standar audit yang berlaku di Indonesia. Bagi para auditor 10 standar tersebut sangatlah penting, mengapa? karena 10 standar tersebut merupakan pedoman bagi mereka dalam melaksanakan tugas auditnya.
Standar tesebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :  
1.      Standar Umum
a.       Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang memadai sebagai seorang auditor
b.      Independensi harus senantiasa dipertahankan oleh auditor dalam segala hal yang berkaitan dengan perikatan
c.       Kemahiran profesional wajib digunakan dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya secara cermat dan seksama
2.      Standar Pekerjaan Lapangan
a.       Pekerjaan harus direncanakan dengan matang dan apabila diperlukan asisten, maka asisten tesebut harus disupervisi dengan semestinya.
b.      Pemahaman atas struktur pengandalian Internal harus diperoleh untuk perencanaan audit dan penentuan sifat, waktu, dan luasnya pengujian-pengujian yang akan dilakukan.
c.       Memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk meyatakan dan mendukung pendapat auditor.
3.      Standar Pelaporan
a.       Pelaporannya menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang beraku umum.
b.      Pelaporannya  menunjukkan adanya ketidak konsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. 
c.       Pengungkapan informatif yang memadai dalam laporan keuangan
d.      Pelaporan tersebut harus memuat pendapat auditor mengenai laporan keuangan secara menyeluruh atau suatu asersi apabila pendapat tersebut tidak diberikan.
Apabila auditor telah menjalankan kesepuluh standar tersebut maka audit yang dilaksanakannya dapat dikatakan berkualitas.

Rabu, 31 Oktober 2012

TUGAS ASP akhir sebelum UTS

Berikut ini merupakan jawaban dari tugas matakuliah ASP yang terakhir sebelum UTS, untuk melihat silahkan unduh di : jawaban tugas asp

Rabu, 24 Oktober 2012

ACCOUNTING in Sri Lanka

Laporan Anual (tahunan) merupakan suatu laporan yang menunjukkan hasil kinerja selama satu tahun. disini saya akan menyajikan laporan anual dari negara Sri Lanka.
Untuk lebih jelasnya silahkan di unduh di sini : Anual report Sri Lanka

Selasa, 16 Oktober 2012

Selasa, 02 Oktober 2012

APBD Kabupaten Kampar tahun 2012

Setelah membahas APBN dan RAPBN, sekarang tibalah saatnya untuk memahami tentang hal yang lebih sederhana yaitu APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). hampir sama dengan APBN penjelasannya, yang membedakan hanyalah ruang lingkup dan kegunaannya saja. APBN ruang lingkupnya luas ( negara ) sedangkan APBD ( daerah/kabupaten).

untuk lebih memahami apa APBD maka saya akan memberikan contohnya, dan contoh yang saya ambil yaitu APBD Kabupaten Kampar tahun 2012 :



 seperti itulah kira-kira APBD Kabupaten Kampar tahun 2012, untuk lebih jelasnya bisa mengunjungi situs resminya : http://www.kamparkab.go.id/apbd-2012/ringkasan-apbd-2012